Pokja PRB–API Buka Fellowship Jurnalis 2026 untuk Perkuat Narasi Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim
Frekuensi bencana hidrometeorologi yang terus meningkat, perubahan pola musim, hingga tekanan terhadap lingkungan menjadi tantangan yang semakin nyata di Sulawesi Tengah. Namun, di balik berbagai peristiwa tersebut, masih banyak kisah tentang masyarakat yang beradaptasi, membangun ketangguhan, dan menjaga lingkungannya yang belum banyak terangkat ke ruang publik.
Di sinilah peran media menjadi sangat penting. Jurnalisme tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi ketika bencana terjadi, tetapi juga membantu publik memahami akar persoalan, mengawasi tata kelola lingkungan, sekaligus menghadirkan praktik-praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Sebagai upaya memperkuat narasi tersebut, Kelompok Kerja Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (Pokja PRB–API) membuka Fellowship Jurnalis PRB–API 2026 bagi para jurnalis di Sulawesi Tengah. Program ini dirancang untuk mendukung lahirnya karya jurnalistik yang mendalam, berbasis data, berpihak pada kepentingan publik, serta mengangkat cerita-cerita ketangguhan masyarakat di lanskap Palu, Sigi, dan Donggala.
Fellowship tahun ini mengusung tema “Merawat Ketangguhan dari Lanskap: Kisah Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana di Palu–Sigi–Donggala.” Melalui tema tersebut, Pokja PRB–API ingin mendorong lahirnya liputan yang tidak hanya berfokus pada dampak bencana, tetapi juga pada solusi, inovasi lokal, dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh.
Peserta dapat mengembangkan liputan mengenai berbagai isu strategis, seperti adaptasi perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, tata kelola lingkungan, hingga kisah ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim maupun ancaman bencana.
Program ini terbuka bagi jurnalis media online, media cetak, televisi, serta media komunitas atau media alternatif di Sulawesi Tengah. Pokja PRB–API juga memberikan prioritas kepada jurnalis yang sebelumnya mengikuti Dialog Jurnalis yang diselenggarakan oleh Rindang.ID bersama Pokja PRB–API, sebagai bagian dari upaya membangun jejaring media yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan ketangguhan.
Pada Fellowship Jurnalis PRB–API 2026, akan dipilih tiga jurnalis terbaik, masing-masing dari kategori media online, media cetak, dan media televisi.
Selama proses fellowship, peserta terpilih akan memperoleh dana liputan, pendampingan editorial, mentoring, akses terhadap narasumber dan data, serta sertifikat fellowship. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu jurnalis menghasilkan karya yang lebih mendalam, akurat, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Sebagai luaran program, setiap peserta akan menghasilkan satu karya jurnalistik mendalam yang dipublikasikan melalui media masing-masing. Seluruh proses peliputan akan dilakukan di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala, yang merupakan bagian dari lanskap penting dalam upaya pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim di Sulawesi Tengah.
Pendaftaran Fellowship Jurnalis PRB–API 2026 dibuka hingga 27 Juli. Calon peserta diminta mengirimkan CV singkat, surat tugas atau surat keterangan dari media, proposal atau kerangka liputan, serta contoh karya jurnalistik bertema pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim yang telah dipublikasikan.
Melalui fellowship ini, Pokja PRB–API berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu memperkaya diskusi publik tentang ketangguhan, mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif, serta menginspirasi masyarakat untuk mengambil peran dalam menghadapi krisis iklim dan risiko bencana.
Mari hadirkan jurnalisme yang tidak hanya melaporkan bencana, tetapi juga menghadirkan harapan, solusi, dan cerita tentang ketangguhan. Kirim proposal liputanmu dan jadilah bagian dari penguatan narasi media untuk masa depan yang lebih tangguh.

Informasi dan pendaftaran: +6282189289709 / pokjalanskap@gmail.com






Diskusi tentang post